Lenong chat Spice “Batavia Night” In Calgary, Canada

by andrew on October 16, 2011

lenong

[Indonesia translation is below this English article]

header Chatter and humour typical Betawi lenong comedy chat show topped the “Batavia Night” in Calgary, Canada on October 8, 2011. The songs “Let us watch Ondel-Ondel” “Kicir-Kicir”, “Jali-Jali”, “Pak Pung Pak Mustape”, “Sweet Black” and “Indian Doll” was delivered with great humor and accompanied by music and Betawi percussion. Lenong chat entitled “Karbit Jadi Manten” is about a young man named Karbit who fell in love and managed to marry the girl of his dream but not without the struggle.

In this chat lenong packaging also displayed the typical traditional Betawi with martial arts demonstrations and a lot of unrequited rhyme invites laughter. The last round of chat shows lenong Betawi wedding customs that accompanied a long line of carrier gift for the bride, including a stuffed crocodile suggested as a “crocodile bread”. Karbit wedding procession is getting lively with the customary fashion Indonesia by his friends from various regions in Indonesia.  

The “Batavia Night” is also enlivened by Gado-gado Betawi Dance and Fan Dance Makassar displayed before lenong chat. Dance movement and the compactness of the dancers in the dance is invited to bring applause from the audience. In addition to enjoying the art of Betawi culture dish, the visitors had the opportunity to enjoy the culinary offerings Indonesia, among others, fried rice, fried noodles, soto Betawi, soup noodles, satay, ice cendol, various snacks are colorful and presented by the people of Indonesia.

Spontaneity and the cohesiveness of Indonesian in preparing and succeeding “Batavia Night” was succeeded in presenting the atmosphere of Batavia with the stage and a variety of Betawi traditional house decoration. The event was attended by more than 250 citizens of Canada and Indonesia Indonesia is hosted by the Canada Social Club (CISC), House For All Nations (HFAN),  and supported by the Indonesian students and the Consulate General in Vancouver.

Indonesian Community in the City of Calgary numbering about 500 people and generally work in offices, restaurant industry, informal workers, and students-students. This amount does not include citizens of Indonesia that are scattered in various other cities in the province of Alberta. Canada is renowned as one of the center of the oil, gas and mineral mining world.

[Artikel Bahasa Indonesia]

Celotehan dan kejenakaan khas Betawi mewarnai pertunjukan komedi lenong rumpi yang memuncaki acara “Batavia Night” di Calgary, Kanada pada tanggal 8 Oktober 2011. Lagu-lagu “Nyok Kita Nonton Ondel-Ondel”, “Kicir-Kicir”, “Jali-Jali”, “Pak Pung Pak Mustape”, “Hitam Manis” dan “Boneka India” dibawakan dengan penuh canda dan diiringi dengan musik dan tabuhan Betawi. Lenong rumpi yang berjudul “Karbit Jadi Manten” ini berkisah tentang seorang pemuda Betawi bernama Karbit yang jatuh cinta dan berhasil menikahi gadis pujaan hatinya setelah melalui perjuangan yang tidak mudah.

Dalam kemasan lenong rumpi ini turut ditampilkan adat melamar khas Betawi disertai peragaan pencak silat serta berbalas pantun yang banyak mengundang tawa. Babak terakhir lenong rumpi menampilkan pernikahan adat Betawi yang diiringi barisan panjang pembawa hadiah untuk mempelai perempuan, termasuk boneka buaya yang dikesankan sebagai “roti buaya”. Prosesi pernikahan Karbit ini bertambah semarak dengan adanya peragaan busana adat Indonesia oleh teman-teman Karbit dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara “Batavia Night” ini juga dimeriahkan dengan Tari Gado-Gado Betawi dan Tari Kipas Makassar yang ditampilkan sebelum lenong rumpi. Gerak tari dan kekompakan para penari dalam membawakan kedua tarian tersebut mengundang tepuk tangan meriah dari hadirin. Selain menikmati sajian seni budaya Betawi, para pengunjung berkesempatan untuk menikmati sajian kuliner Indonesia, antara lain nasi goreng, mie goreng, soto betawi, soto mie, sate, es cendol, aneka jajanan pasar yang warna-warni dan disajikan oleh masyarakat Indonesia.

Spontanitas dan kekompakan warga masyarakat Indonesia dalam menyiapkan dan menyukseskan “Batavia Night” ini berhasil menghadirkan suasana Betawi dengan tata panggung dan aneka hiasan rumah adat Betawi. Acara yang dihadiri oleh lebih dari 250 warga Kanada dan Indonesia ini diselenggarakan oleh Canada Indonesia Social Club (CISC) dan didukung oleh para mahasiswa Indonesia serta Konsulat Jenderal RI di Vancouver.

Masyarakat Indonesia di Kota Calgary berjumlah sekitar 500 orang dan umumnya bekerja di perkantoran, industri restoran, tenaga kerja informal, serta para pelajar-mahasiswa. Jumlah ini belum termasuk warga Indonesia yang tersebar di berbagai kota lain di Provinsi Alberta, Kanada yang terkenal sebagai salah satu pusat industri minyak, gas dan pertambangan mineral dunia.

source: Ministry of Foreign Affairs – Republic of Indonesia

{ 6 comments… read them below or add one }

svchost.exe December 20, 2011 at 2:20 pm

cool story bro

Reply

andrew December 20, 2011 at 8:50 pm

thank you.

Reply

1099 form January 4, 2012 at 12:11 pm

whats your facebook profile?

Reply

andrew January 11, 2012 at 11:26 am

we have facebook page at http://www.facebook.com/cisc.calgary

Reply

Marquitta Godert March 12, 2012 at 8:44 pm

Magnificent items from you, man. I’ve take note your stuff previous to and you are just too wonderful. I really like what you have received right here, really like what you are saying and the best way in which you are saying it. You make it entertaining and you continue to take care of to stay it sensible. I can not wait to learn much more from you. This is actually a wonderful web site.

Reply

andrew March 12, 2012 at 9:18 pm

thank you Marquitta Godert. I take the compliment :-)

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: